daging sapi
daging sapi

Jakarta , MENTARI.ONLINE – Tak ada salahnya berbelanja bahan makanan basah untuk puasa sejak sekarang. Di pasar, Anda bisa mendapatkan daging sapi segar setiap hari, perlu memperhatikan beberapa hal agar tak salah pilih.

Daging sapi bisa diolah jadi ragam hidangan lezat. Namun, pembeli benar-benar harus cermat saat memilih. Mulai dari mengamati ciri daging segar hingga mengolahnya dengan tepat. Di pasar Mayestik, harga per kg daging sapi lokal mencapai Rp 120.000. Tak menutup kemungkinan pada saat Ramadan harganya naik menjadi Rp 140.000 per kg.

Daging segar ditandai dari warnanya yang merah terang. “Kalau pucat atau putih berarti sudah lama,” kata Aliman, penjual dagign sapi di pasar Mayestik dilansir detikfood, Rabu (17/5/2017).

Selain warna, Anda bisa juga mencium aromanya. Daging segar seharusnya tidak beraroma tajam atau busuk. Teksturnya juga sedikit keras dan dapat kembali ke bentuk semula dengan cepat usai ditekan.

daging sapi
Daging sapi. (mentari.online)

Tiap hidangan membutuhkan jenis potongan daging tertentu. Minta pada penjual untuk memotongkannya. Misalnya paha daging untuk rendang, paling bagus memakai bagian paha.Sementara untuk sop daging, bisa memilih iga yang lemaknya lebih banyak.

Usai dibeli dari pasar, hindari mencuci daging. Kalau kotor, cukup potong bagian yang kotor. Simpan daging dalam kantong plastik atau wadah plastik tertutup. Simpan daging dalam freezer bersuhu sekitar -1 sampai -5 derajat celsius. Saat ingin dimasak, tempatkan daging di chiller agar daging tidak beku saat diolah (thawing).

Daging sapi yang disimpan dalam chiller bisa bertahan 3 hari. Sedangkan daging beku di freezer masa simpannya mencapai 1 tahun.

Tambahkan aneka bumbu dan rempah saat mengolah daging. Mulai dari garam, bawang putih, bawang merah, kemiri, cengkeh, kunyit dan banyak rempah lainnya. Kalau ingin awet, Anda bisa membuat stok daging rendang untuk puasa. Resepnya bisa diintip di sini. (meu/pjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here